Kalau kamu pikir penampilan menentukan segalanya dalam anime shounen, Busamen Gachi Fighter bakal tonjok pemikiran itu — secara harfiah. Di dunia ini, muka boleh pas-pasan, tapi tekad harus maksimal. Dan kalau kamu jelek tapi bisa bikin orang takut? Kamu udah 50% jadi legenda.
Episode 1 udah kasih kita introduction yang… yah, chaotic. Dan sekarang, episode 2 mulai hitung mundur menuju bentrokan yang makin brutal, makin aneh, dan makin nggak sopan ke standar kecantikan anime.
Sekilas Recap: Yang Jelek, Yang Niat
Karakter utamanya? Oota, cowok yang mukanya kayak hasil kombinasi game error dan cermin retak, tapi punya semangat bertarung lebih tebal dari kulit kaiju. Di episode pertama, kita udah lihat dia dilempar ke dunia petarungan bawah tanah, tempat para “busamen” (bisa dibilang: cowok-cowok dengan muka yang ‘tidak layak tayang’) saling gebukin bukan demi uang, tapi demi harga diri.
Anime ini basically ngajarin kita satu hal: good looking is overrated, punching hard is underrated.
Episode 2 Countdown: Persiapan Baku Hantam Sungguh-Sungguh

Judul episode 2-nya aja udah jelas: “Countdown” — alias momen tenang sebelum storm. Tapi jangan salah, ini bukan filler santai ala anime seasonal lain. Ini versi keras dari “persiapan perang”, di mana tiap karakter makin menunjukkan alasan mereka ikut kompetisi brutal ini.
Mulai dari latihan absurd (kayak mukul tembok pake wajah sendiri), rival aneh bermunculan (termasuk cowok imut tapi psycho), dan tentu saja, buildup ke pertarungan yang gak sopan ke anatomi manusia.
Hal Menarik di Episode Ini:
-
Karakter Baru = Muka Lebih Parah, Teknik Lebih Gila
Semakin jelek desain wajahnya, semakin aneh tekniknya. Ini anime pertama di mana kamu berharap tokohnya makin gak enak dilihat, karena itu berarti bakal OP. -
Latihan Gaya “Busamen”
Lupakan gym fancy. Di sini, mereka latihan sambil dikejar anjing, diomelin emak, atau loncat dari atap rumah kontrakan. Karena niat lebih penting dari alat. -
Sensei yang Lebih Nggak Masuk Akal
Sosok pelatih muncul — tua, bengkok, suara cempreng, tapi katanya dulunya legenda. Dan katanya juga bisa nahan peluru pake jidat. Realistis? Enggak. Seru? Banget. -
Bumbu Komedi Gelap yang Bikin Senyum Salah Tingkah
Adegan absurd dibumbui dengan komentar satir soal standar tampang, toxic beauty culture, dan gaya hidup “cari validasi” zaman sekarang. Tapi tetap lucu — dengan cara busuk.
Cocok Buat Siapa?
-
Kamu yang muak sama karakter anime cakep tapi lemah mental
-
Pecinta komedi kasar, brutal, dan anti-glamor
-
Suka tontonan yang nggak ada sopan-sopannya tapi jujur
-
Kamu yang percaya bahwa tampang gak menentukan kemenangan
Ini anime yang kasih spotlight buat yang sering kelempar ke pojokan genre. Dan lucunya? Justru itu yang bikin Busamen Gachi Fighter nendang.
Nonton di Mana?
Seperti biasa, dua tempat yang gak pernah nge-judge kamu dari tampang:
Cek aja countdown episodenya, biasanya muncul menjelang malam. Subtitle udah makin waras sekarang — cocok buat bacain dialog sambil nyengir gak jelas.
Busamen Gachi Fighter episode 2 bukan cuma lanjutan — ini countdown buat kekacauan besar. Dari muka ancur, mental baja, dan gaya bertarung yang gak ada di buku silat mana pun, anime ini beneran bilang ke penontonnya:
“Lu gak harus cakep buat jadi legenda. Lu cuma butuh tekad, nyali, dan pukulan yang bikin orang trauma.”
Dan hey, mungkin lu jelek. Tapi minimal lu gak sendirian di dunia ini. Dan di anime ini? Justru itu modal jadi jagoan.